Saturday, January 24, 2015

Dunia Oh Dunia..

Aku cuba untuk lakukan yang terbaik untuk semua namun adakalanya tindakan atau kelakuan aku tidak disenangi dan sebaliknya aku mendapat reaksi yang negatif. Di kala aku dihimpit kesedihan dan kedukaan aku mengadah tangan aku ke hadarat Yang Maha Berkuasa memohon agar aku diberi hidayah serta petunjuk ke jalan yang lurus. Air mata jatuh bererai membasahi pipi memohon keampunanNya.

Aku cuba melakukan yang terbaik namun adakalanya perkara yang aku fikirkan terbaik itu menjadi sebaliknya.Apakan daya, aku hanya seorang insan kerdil yang lemah yang sentiasa mengharapkan belas kasihan daripada Sang Pencipta, Yang Maha Berkuasa ke atas segala sesuatu baik di langit mau pun di bumi dan di antara keduanya.

Aku kadang-kadang terfikir untuk lari daripada masalah dunia ini.Namun setelah aku fikir dengan lebih mendalam lagi, hatiku kembali mengingati bahawa segala sesuatu di dunia ini hanya bersifat sementara, tidak satu pun yang kekal. Semuanya akan kembali kepadaNya. Hatiku kembali menjadi sejuk dan tenang dan tidak merasa stress lagi.

Ya Allah, hanya kepadaMu sahajalah aku sembah dan hanya padaMu sahajalah aku memohon pertolongan.

Ameen.

Teringat aku kepada sepotong hadits ...



ORANG YANG KUAT MENURUT ISLAM

========================


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


« لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ »


“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”[HR.al-Bukhari (no. 5763) dan Muslim (no. 2609).]


Imam al-Munawi berkata, “Makna hadits ini: orang kuat (yang sebenarnya) adalah orang yang (mampu) menahan emosinya ketika kemarahannya sedang bergejolak dan dia (mampu) melawan dan menundukkan nafsunya (ketika itu). Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini membawa makna kekuatan yang lahir kepada kekuatan batin. Dan barangsiapa yang mampu mengendalikan dirinya ketika itu maka sungguh dia telah (mampu) mengalahkan musuhnya yang paling kuat dan paling berbahaya (hawa nafsunya).”[Kitab Faidhul Qadiir (5/358).]


Inilah makna kekuatan yang dicintai oleh Allah Ta’ala yang disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah.”[HR.Muslim (no. 2664).]


Arti kuat dalam hadits ini adalah kuat dalam keimanan dan kuat dalam berjuang menundukkan hawa nafsunya di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.[Lihat kitab Syarhu Riyaadhish Shaalihiin (1/305) dan Bahjatun Naazhiriin (1/183).]


Subhanallah.

Semoga kita semua termasuk orang yang kuat seperti yang disebutkan dalam keterangan dan hadits di atas.

Aamiin

No comments:

Post a Comment